Diberdayakan oleh Blogger.

Jaring Web

Selasa, 12 April 2016

Materi Pemrograman Web

By Unknown  |  18.36 No comments




CSS

1)  Definisi dan fungsi cascading style sheet

Cascading  Style  Sheet   atau   lebih  sering  disebut  dengan  istilah  CSS
merupakan salah satu dokumen website yang bertujuan untuk mengatur gaya
(style) tampilan website. CSS bukanlah sebuah bahasa pemrograman, melainkan sebuah aturan untuk mengendalikan beberapa komponen pada web sehingga akan lebih terstruktur,
seragam dan mudah dalam pengaturan saat pendesain sebuah halaman web.
CSS  merupakan  sekitar  pembuatan  dan  pengaturan  style  font,  warna,  jarak,
bentuk,  dan  lain-lain  yang  tidak  dapat  dilakukan  dengan  elemen  -  elemen
HTML.  Dapat  dikatakan  bahwa  CSS  merupakan  pengembangan  dari  HTML
dalam  hal  format  dokumen  web.  Adanya  CSS  memudahkan  kita  untuk
mengatur  dan  memilih  sebuah  website  dan  tampilannya  karena  CSS
memisahkan antara bagian presentasi dan isi dari web yang dibuat.
Selain  itu  dengan  penggunaan  dari  CSS  dalam  pembuatan  web  akan
memberikan beberapa manfaat seperti berikut ini :

    Kode HTML menjadi lebih sederhana dan lebih mudah diatur.
    Ukuran file menjadi lebih kecil sehingga load file lebih cepat.
    Mudah untuk mengubah tampilan, hanya dengan mengubah file
CSS saja.
    Dapat berkolaborasi dengan JavaScript dan merupakan pasangan
setia HTML.
    Dapat digunakan dalam hampir semua jenis web browser.

CSS merupakan sebuah teknologi internet yang di rekomendasikan oleh World
Wide  Web  Consortium  atau  W3C  pada  tahun  1996.  Setelah  CSS  di
standarisasikan,  internet  explorer  dan  Netscape  merilis  browser  terbaru  yang
mendukung standar CSS. Terdapat tiga versi CSS, CSS1, CSS2, dan CSS3.
Yaitu :
Versi CSS  Fitur CSS
CSS 1  Fokus mengatur pemformatan dokumen HTML, seperti
-  Font (Jenis ketebalan).
-Warna, teks, background dan
elemen lainnya.
- Text attributes, misalnya spasi
antar baris, kata dan huruf.
-  Posisi teks, gambar, table dan elemen lainnya.
-  Margin, border dan padiing.
CSS 2  -  Mengatur format dokumen untuk kebutuhan di cetak
dengan printer
-  Posisi konten
-  Downloadable
-  Font huruf
-  Table layout
-  Media tipe yang
CSS 3  -Sangat mendukung tampilan desain website
-  Animasi warna bahkan sampai animasi 3D
-  Menunjang kompabilitas website dengan smartphone
-  CSS math
-  CSS obyek model
-  Mendukung fungsi multimedia pada website
-  Beberapa efek teks, seperti teks berbayang, kolom
koran, dan "word-wrap"
-Jenis huruf eksternal, sehingga dapat menggunakan
huruf yang tidak termasuk "web-safe fonts".
-Beberapa efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah-ubah, transformasi 2 dimensi dan 2 dimensi, sudut tumpul dan shadow
CSS  3  merupakan   versi  CSS  terbaru  yang  masih  dikembangkan  oleh W3C.
Namun  beberapa  web  browser  sudah  mendukung  CSS  3.  CSS  2  didukung
seutuhnya  oleh  CSS  3  dan  tidak  ada  perubahan,  hanya  ada  beberapa
penambahan.  Ketika  sebuah  web  yang  semula  menggunakan   CSS  2
bermigrasi CSS 3, tidak perlu mengubah apapun.
Dengan  adanya  CSS  mempermudah  pengaturan  dan  pemeliharaan  sebuah
website  dan  tampilannya  karena  CSS  memisahkan  antara  bagian  pengatur
gaya dan isi dari web.

2) Anatomi dari cascading style sheet
Bagian  –  bagian  utama  dari  sebuah  CSS  itu  terdiri  dari  tiga  bagian  yaitu:
selector, property, value. Jika dalam HTML dikenal ada tag-tag yang menyusun
sebuah  dokumen  HTML  maka  dalam  CSS  juga  dikenal  dengan  sebutan
selector.
Bagian CSS  Keterangan

Selector  -  nama-nama yang diberikan untuk style-style yang berbeda,baik itu style internal maupun
eksternal
-  bagian elemen HTML yang
akan ditunjuk untuk mengatur
style
-  dapat berupa class dan ID
Property  -  aturan dalam CSS untuk
mengubah selector yang dipilih
-  property mempunyai nilai yang
disebut dengan value-  properties di dalam tanda { }
value.  -  Merupakan nilai dari property
CSS
CSS  memiliki   aturan  tersendiri  dalam  penulisan  sintaks.  Penulisan  sintaks
tersebut  terbagi  ke  dalam  tiga  bagian  yaitu:  selector,  property,  dan  value.
Format penulisan bagian-bagian dari CSS dapat dituliskan sebagai berikut :
Selector{ Property : value; }
Berikut  ini  sedikit  contoh  penggunaan  selektor,  property,  dan  value  untuk
mengatur style pada sebuah form
form{ margin-left:0; }
Dari contoh penggunaan selector, property, dan  value di atas maka tiap bagian
akan di jelaskan sebagai berikut :
-    form : selector yang akan di atur stylenya
-    margin-left : property yang digunakan untuk jarak fieldset dari
batas kiri layout
-  0 : nilai dari property margin-left
Dengan adanya CSS memungkinkan untuk menampilkan halaman yang sama
dengan format yang berbeda.


3)  Cara Kerja cascading style sheet
Cara kerja CSS dimulai saat deklarasi style yang diinginkan dengan menulis
style (selektor, id dan class), maka secara otomatis style tersebut akan
bekerja pada dokumen HTML. Dengan mengatur selektor, id, dan class,
untuk kemudian id dan class tersebut kita sesuaikan dan terapkan pada
kode HTML . Dan secara otomatis pula CSS itu akan bekerja pada file
HTML.Pendefinisian style bisa dilakukan pada tag  <style>.  Di dalam pasangan tag
tersebut,  pendefinisian  style  dilakukan  dengan  bentuk  Selector  {  …  }  .
Page | 48
Dalam hal ini, selector bisa berupa selector HTML, selector kelas, atau selector
ID.
Selector  HTML  mendefinisikan  style  bagi  suatu  tag  HTML.  Contoh  di  depan
menggunakan selector HTML beruma img. Bentuk umumnya :
Contoh :
Nama-elemen { … }h:
Contoh :
Img { Margin-topi: 10px; Float: left; }
Selektor class  mendefinisikan kelas yang bisa berlaku untuk
sebarang tag HTML. Bentuknya:
Contoh :
.nama-class { … }
Contoh :
.kotak { Border: solid; }
Selector ID    mendefinisikan style bagi elemen yang memiliki ID sesuai
yang tercantum dalam selector. Bentuknya:
#id { … }
Contoh :
#inggris {  Font-weight:bold;Fontsize:1.2em;}
Berikut contoh yang menggunakan selector class dan selector ID dapat dilihat
di bawah ini.
<html>
<head>
<tittle>Contoh selektor kelas dan ID</tittle>
<style type=”text/css”>
.kotak { Border: solid; Padding: 5px; }
#jawa  {  Background-color:  #ccff66;  /*  latarbelakang
*/}
#inggris { Font-weight: bold; Font-size: 1.2em; }
</style>
</head>
<body>
<div id=”Indonesia” class=”kotak”>Selamat pagi !</div>
<div id=”jawa”>Sugeng enjing !</div>
<div id=”inggris” class=”kotak”>Good morning !</div>
</body>
</html>

Author: Unknown

Hello, I am Author, decode to know more: In commodo magna nisl, ac porta turpis blandit quis. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In commodo magna nisl, ac porta turpis blandit quis. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

E-mail Newsletter

Sign up now to receive breaking news and to hear what's new with us.

Recent Articles

© 2014 Materi Pemrograman Web Semester Genap. WP themonic converted by Bloggertheme9. Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger
TOP